Senin, 08 Juni 2009

suratku

berisik bantalan rel masih terdengar keras di pemukiman itu
bergemuruh memekakkan telinga muka-muka penghuninya

keruh air masih menjadi sumber kehidupan di pelosok negeri
bagi lambung-lambung yang kian terkontaminasi olehnya

asap hitam masih menyesakkan dada
bagi insan-insan yang menjadi penghuninya

Jangan kau salahkan Tuhan saudara
Jangan kau salahkan nasib saudara
Pun jangan kau dustai hatimu saudara...

betapa engkau mengerti kerasnya negeri mimpi ini
betapa kau tertipu berulang kali olehnya
betapa sedih hati, melihat buah hati mati karenanya

jangan pula kau lemah karenanya
jangan pula kau sedih karenanya
jangan sampai saudara...

itulah tugas kita sebagai manusia
berperanlah...
peran kita sangat dibutuhkan saudara..

Tidak ada komentar: